7 Merek Celana Dalam yang Bahannya Adem dan Nyaman Dipakai

Spot Dokter – Anda lagi mencari celana dalam yang berbahan adem dan nyaman dipakai? Selain Young Hearts, ada enam merek celana dalam lainnya yang memiliki karakter sejuk sehingga nyaman saat dipakai. …

Desain Mobil All New Toyota Agya

Spot Dokter – Toyota terus berinovasi dengan menawarkan banyak mobil baru seperti Toyota New Agya untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Berkat harganya yang sangat murah, mobil ini masuk dalam kategori LCGC (Low Cost Green Car). Program LCGC sangat didukung oleh pemerintah. Sangat murah karena emisinya rendah. Fitur mobil ini tidak sesempurna mobil …

Kelebihan Mitshubishi Fuso

Spot Dokter – Mitsubishi Fuso menjadi salah satu jenis dump truk terbaik yang banyak beredar di pasaran sebagai kendaraan keniagaan. Terdapat banyak pilihan atau varian dari truk ini. Tentunya, varian tersebut merupakan …

penanganan dini skoliosis

Spot Dokter – Mengutip alodokter.com, tulang belakang yang normal memiliki sedikit lengkungan, di mana lengkungan tersebut berfungsi sebagai penahan tekanan sekaligus membantu gerak tubuh. Jika terjadi kelainan, maka lengkungan alami pada tulang belakang menjadi tidak selaras dan melengkung ke area tertentu. Misalnya saja, membentuk huruf S atau C, yang mana kondisi ini lebih dikenal dengan skoliosis.. Skoliosis termasuk penyakit ringan, tapi jika tidak dilakukan penanganan dini skoliosis maka bisa memicu komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan penderitanya.

Nah, bicara mengenai tulang belakang, ternyata terdapat beberapa jenis kelainan tulang belakang yang bisa menyerang tubuh seseorang, di antaranya:

penanganan dini skoliosis

1. Kifosis

Menurut hasil lansiran, kifosis merupakan kelainan pada tulang belakang yang mengakibatkan punggung bagian atas penderitanya bengkok secara tidak normal. Di mana, penderita memiliki kelengkungan tulang belakang sampai 50 derajat atau bahkan lebih. Normalnya, kelengkungan yang dimiliki antara 25 – 45 derajat.

Biasanya, terdapat beberapa faktor pemicu yang menyebabkan munculnya kelainan tulang belakang satu ini di antaranya mengidap osteoporosis, radang sendiri, spina bifida, tumor pada belakang, postur tubuh yang buruk, dan lain sebagainya.

Penanganan kifosis biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Yang mana, jika disebabkan oleh postur tubuh yang buruk maka dokter akan memberikan fisioterapi dan pemberian penyangga punggung. Tapi, jika disebabkan oleh beberapa kelainan tulang belakang, maka diberikan obat untuk penghilang rasa sakit atau bahkan jika diperlukan maka dilakukan operasi.

2. Lordosis

Lordosis merupakan kelainan pada tulang belakang yang disebabkan oleh punggung bagian bawah penderitanya melengkung secara berlebihan ke arah depan sehingga tulang belakang mendapatkan tekanan yang terlalu besar sehingga memunculkan rasa sakit.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kemunculan lordosis seperti kehamilan, obesitas, postur tubuh yang buruk, osteoporosis, genetik, peradangan pada ruang di antara tulang belakang (diskitis), distrofi otot, dan masih banyak yang lainnya.

Biasanya, lordosis bisa sembuh dengan sendirinya, namun jika lengkungannya parah dan menimbulkan rasa sakit maka dokter akan melakukan beberapa penanganan. Misalnya, fisioterapi, pemberian obat, operasi, bahkan penderitanya disuruh untuk menjalani program diet,.

3. Skoliosis

Seperti yang sudah disinggung di bagian atas, skoliosis merupakan kelainan pada tulang belakang, yang mana tulang belakang penderitanya melengkung ke arah samping secara tidak normal. Penderita skoliosis biasanya memiliki pinggul dan bahu yang tampak tidak seimbang.

Meski belum diketahui apa sebenarnya penyebab munculnya kelainan tulang belakang satu ini, namun ada beberapa faktor pemicunya seperti infeksi pada bagian tulang belakang, cacat bawaan lahir, penyakit genetika, kelainan otot saraf, dan lainnya.

Pengobatannya sendiri biasanya melalui pemeriksaan rutin, penggunaan alat penyangga, hingga prosedur pembedahan.

Itu dia beberapa jenis kelainan tulang belakang yang pelu untuk diwaspadai. Jangan sampai abai, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *